Setahun yang lalu, saya ingat berkunjung ke Jalan Kartini untuk mengambil kaos Homicide dengan ancaman kalau ga buru-buru diambil kaosnya bakalan dikasiin ke orang lain sama Mang Juni. Saya datang setelah jam buka puasa dan di sana ketemu sama penghuni Jalan Kartini 21 plus Iyo, sang manager Taring dan idola para remaja. Setelah ngobrol kesana-kemari, ngebahas tragedi Camden yang bikin rame di sana-sini, Iyo cerita kalau dia lagi berencana untuk bikin acara buka puasa bersama. Ide buka puasa bersama yang tadinya hanya kecil-kecilan dan bakal diadain di rumah Iyo mendadak berkembang biak begitu saja.

Apal meureun barudak mun geus ngobrol, dibantu dengan humor tingkat tinggi dan level imajinasi yang luar biasa, akhirnya tercetuslah kalimat sakral, “Nya nggeus we, urang ajakan band-band jeung barudak nu kira-kira berminat donasi keur nyieun acara jeung panti asuhan. Tah, hasil donasi belikeun mukena, sarung, jeung perlengkapan sakola. Bari buka bersama, undang barudak panti asuhan, akustikan bari nyieun aktifitas naon lah pas ngabuburitna. Pasti loba nu daekeun,” kurang lebih, kalimat itulah yang kemudian menjadi awal mula acara Bandung Big Heart 2014.

Kami yang berkumpul di hari itu akhirnya menghubungi teman-teman yang dikenal, menceritakan rencana buka bersama, dan dalam waktu yang bisa dibilang sangat singkat berhasil mengumpulkan dana kurang lebih sebanyak Rp 23,000,000 (dua puluh tiga juta rupiah). Dukungan yang datang bukan hanya sekedar uang, tapi ditambah donasi baju-baju bekas layak pakai, produk-produk dari berbagai distro kota Bandung, peralatan menulis, dan tentu keikhlasan teman-teman yang terlibat – which for me is priceless

(writer notes: Hasil donasi dibagikan ke Panti Asuhan Kaca Piring, Panti Asuhan Harapan Kita, Panti Asuhan Al-Ikhlas, Rumah Singgah Pasteur. Laporan keuangan dan daftar donatur didistribusikan pada yang bersangkutan melalui email)

Acara Bandung Big Heart 2014 diadakan di Jalan Kaca Piring, mengundang adik-adik panti asuhan, dihibur oleh akustik dari Ayi Rullie dan Ade Muir. Teman-teman yang datang disuguhi makanan dari komunitas Food Truck Bandung dan nasi bungkus. Suguhan favorit saya, rujak buatan Ibunda-nya Jay ‘EYEFEELSIX’, aslina juara. Sambil ngabuburit, adik-adik dari Panti Asuhan yang datang diajak untuk menggambar di atas kertas A3 dan menuliskan cita-cita mereka disana.

Bandung Big Heart 2014 kemudian ditutup dengan kalimat, “Taun hareup mah, tong dadakan deui ah, ngarah bisa leuwih alus acarana.” 

Dan tentu saja, tawa yang menggelegar sampai malam tiba karena ulah MC Gebeg, Ayang, dan kelakuan unik Man Jasad bersama teman-teman. 

 

Lalu satu tahun kemudian…

 

Pada minggu kedua bulan Ramadhan 1436 H – alias awal bulan Juli 2015, saya mendapatkan kabar untuk merapat oleh mang Juni sang Ketua Sementara Bandung Big Heart 2015. Ternyata tahun ini Bandung Big Heart katanya bakal jalan lagi, bikin acara serupa tapi tak sama kayak tahun kemaren. Angger we jadina mah dadakan, hahaha. Tapi bae ketang, nu penting mah jadi acarana. 

Katanya memang udah wacana untuk nyiapin acara Bandung Big Heart 2015 dari awal puasa, tapi ya karena alasan ini dan itu, jadilah baru kekumpul lagi orang-orangnya. Waktu ketemu sama mang Juni di Rangga Point, ancang-ancang acara pengen diadain tanggal 9 atau 10 Juli, di Lapangan Bawet (bawah Pasupati). Karena udah malem, dan saya laper, jadilah setuju untuk kembali ketemu di Kartini keesokan harinya mendekati jam buka puasa. 

Kemudian kembalilah saya ke jalan Kartini. Bertemu dengan wajah-wajah familiar penuh senyum yang beberapa udah lama gak ketemu. Dan “rapat” pun dimulai…

Untuk acara, belajar dari pengalaman tahun yang lalu. Semua keliatannya setuju akan tetap ada akustik untuk memeriahkan dan mengiringi jalannya acara inti. Ada kang Niki, perwakilan dari RUBIN, malam itu, menyarankan gimana kalau kegiatan ngabuburitnya melukis tong (drum) saja. Beberapa alasan dibalik itu, selain udah sering dilakukan oleh RUBIN, tong drum-nya bisa digunakan sebagai tempat sampah setelah acara selesai (jadi kita ga pake nambahin sampah di lingkungan lagi). Semua langsung setuju. Bari heureuy kaditu kadieu. 

Tim pengumpul dana, kembali seperti tahun lalu, semua turut serta ambil peran dalam menghubungi teman-teman baik yang sebelumnya pernah terlibat ataupun yang belum pernah, ga masalah mau mereka musisi ataupun bukan. Intinya, kita kesampingkan perbedaan dan ‘label’ – Bandung Big Heart menggaris bawahi kepedulian terhadap sesama dan yang kurang beruntung, manusia kepada manusia. 

Singkat cerita, seminggu berjalan untuk persiapan acara. Kerasa banget bedanya sama tahun yang lalu. Mungkin karena sekarang sudah ada gambaran kurang lebih akan seperti apa, jadinya kerasa lebih ngagolosor we si persiapannya. 

Anyway, on the Bandung Big Heart 2015 day…

Bandung Big Heart 2015

Bandung Big Heart 2015

Acara dimulai kurang lebih jam 2 siang, pengisi acara yang sudah masuk ke dalam rundown adalah Genjring, RUPAN (Tatalu Perkusi), Mang Ade Muir & Mang Ayi Rullie, Atir dan Teman Sebangku, dan Under the Big Bright Yellow Sun (UTBBYS). Ami (Tragedi) dan Gebeg (Drummer dari sejuta band papan atas Indonesia) dengan mudahnya membawa acara sambil sesekali memberikan games untuk adik-adik peserta. 

Oh, iya, yang datang di Bandung Big Heart 2015 kemarin ada dari RUBIN, Rumah Cemara, dan Panti Assabiqunal Awwalun. Masyarakat sekitar juga ikut ngeramein, mulai dari anak-anak yang ikut seru-seruan sampe ibu-ibu yang rame foto-foto sepanjang acara. Di luar itu? Jelas, temen-temen yang punya kepedulian sama ikut berkumpul, ada the Changcuters (yang juga ikutan ngejam sama mang Ademuir & Mang Ayi) dan masih banyak yang lainnya.

Tahun ini, beberapa donatur yang tercatat adalah Hysterical Denim, Delen, Godless Symptom, KKALA Kitchen, Heretic Merch, Crossover Merch, Kick It Out, Johndee, Eastern Wolves, Sarasvati, Alpina, Taring, Monster Stress Records, NOAH, Sugih Migraph, Pure Saturday, Sahabat Noah Taiwan, BLOODS, Rosemary, The SIGIT, Gino Heryansyah, Blackspot, Mang Utun, BESIDE, EYEFEELSIX, Benelli Motor & GRANAT, dan Burgerkill. Untuk teman-teman yang merasa ikut donasi tapi namanya tidak tercantum disini, maafkan saya, hehe, ini masih dari catatan yang belum lengkap. 

Bandung Big Heart 2015 dengan persiapan yang kurang lebih 7-10 hari ini berhasil mengumpulkan donasi sebanyak Rp 32,000,000 (Tiga Puluh Dua Juta Rupiah). Meriah sejadi-jadinya. Dan sukses bikin mewek gara-gara baca tulisan-tulisan kecil dengan harapan besar tapi sederhana. 

Coba, sebelum ngejek saya cengeng, gimana ga nangis kalau baca tulisan kayak gini?

Coba, harapan sederhana misalnya main ke kebun binatang, atau sekedar berharap supaya bisa menjadi sehat – dan untuk membaca harapan-harapan itu ditulis oleh mereka yang umurnya jauh di bawah kita. Bukankah itu adalah pengingat untuk kita? 

Saya sih nangis pas baca tulisan Tata dari Rumah Cemara, yang pengen sehat dan bisa sekolah tinggi untuk menyenangkan ibu-nya. Kapan terakhir kali saya melakukan sesuatu untuk membuat Ibu saya bahagia?

Dan mendoakan sejadi-jadinya pada Rizki, yang bercita-cita tinggi menjadi diplomat, semoga selalu diberikan jalan dan rezeki ya dek. Supaya bisa mengumrohkan orang tuamu. Amin.

Karena tulisan-tulisan ini lah, Bandung Big Heart 2015 memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari tahun lalu. Insya Allah, selain membagikan hasil donasi kepada panti yang membutuhkan, hasil donasi akan disisihkan untuk mengajak adik-adik kita berwisata (entah kemana, kebun binatang, dufan, pokoknya kita wisata!). Semoga bisa membahagiakan mereka. 

Alhamdulillah, saya bersyukur sekali bisa jadi bagian kecil dari acara ini. Apa yang saya pelajari adalah berbuat baik itu tidak sulit dan niat yang baik itu selalu menular. Berbagi adalah salah satu cara yang paling sederhana untuk membuat orang lain bahagia. 

Semoga teman-teman Bandung Big Heart bisa diberikan kesehatan, rezeki yang selalu berlimpah, sehingga bisa terus mengadakan acara seperti ini, secara berkelanjutan. Amin. 

Nah, buat yang mau lihat video reportnya, coba di-play video dari temen kita:

 

Well, that would be all from me. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Semoga amalanku dan amalanmu, puasaku dan puasamu diterima-Nya serta disempurnakan-Nya. Amin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H, mohon maaf lahir dan batin.

 

 

 

photo credit: Mang Uhat & Yoyo Atma