Video Mapping Gedung Sate Bandung Sembilan Matahari Blending the Boundaries

Sembilan Matahari University, sebuah divisi yang membawa misi knowledge sharing dari creative studio Sembilan Matahari yang berbasis di Bandung resmi memulai roadshow film dokumenter video mapping yang bertajuk, “Blending The Boundaries”. Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB) dipilih sebagai titik pertama dalam perjalanan panjang film dokumenter ini, sekitar 300 penonton memenuhi ruangan yang telah dilengkapi dengan 3 (tiga) buah screen dan sound system berkapasitas 3000 watt.

Acara dimulai sekitar jam 19.00 wib, 30 menit terlambat dari jadwal karena memang menunggu mahasiswa-mahasiswa yang masih berada di kelas sebelum menghadiri screening yang dilengkapi dengan talkshow ini. Bekerja sama dengan DKV ITB dan InfoBDG, Sembilan Matahari University menyuguhkan bincang singkat menarik yang diisi oleh Adi Panuntun selaku Creative Head Sembilan Matahari, dan Sony Budi Sasono, Director dari  film dokumenter Blending The Boundaries; bincang-bincang ini juga dipandu oleh perwakilan DKV ITB, Dr. Intan RM.

Blending the Boundaries Sembilan Matahari Bandung Roadshow Video Mapping DocumentaryBincang-bincang berlangsung menarik dan inspiratif dengan kisah-kisah pengalaman kedua pembicara, Bapak Intan pun seringkali memberikan komentar-komentar yang lucu menggelitik dan terkadang memancing kisah menarik lain untuk keluar dari Adi ataupun Sony. Sesi talkshow ini memang sengaja diadakan sebagai wadah berbagi yang diharapkan dapat melahirkan semangat-semangat berkarya dari generasi yang lebih muda.

Sebagai contoh, Adi menceritakan kisah ketika ia masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar yang ternyata adalah cikal bakal keterlibatannya dalam dunia video mapping. Jam tidur siang seringkali ia gunakan untuk bermain-main dengan kaca pembesar dan kertas hvs putih. Image jendela yang terproyeksikan pada kertas melalui kaca pembesar muncul seperti image yang ada di sebuah televisi berwarna, ini menarik perhatiannya. Terlebih bila ada kucing lewat dan turut terproyeksikan di kertas tersebut. Walaupun terproyeksikan terbalik, Adi yang memang mengaku lebih visual ini membuat ia terkesan begitu dalam hingga hampir tiap jam tidur siang ia habiskan untuk bermain dengan “mainan barunya” itu.

Sony, Director of Blending The Boundaries, punya kisah yang berbeda. Kalau Adi lebih tertarik pada hal yang bersifat visual, maka Sony lebih tertarik pada sesuatu yang berbau teknologi. Ketika Adi bermain dengan proyeksi pada kertas HVS, Sony bermain dengan lampu di rumahnya; bereksperimen dengan batu baterai untuk membuat lampu di rumahnya menyala lebih terang.

Adi Panuntun Sony Budi Sasono DKV ITB roadshow Blending the Boundaries Bandung Video Mapping Documentary

Begitulah, kedua sosok pembicara dan moderator berhasil menyuguhkan bincang-bincang yang walaupun berakhir tanpa ada sesi tanya jawab tapi tidak mengurangi kesan yang berhasil ditinggalkan. Diluar itu, kisah-kisah pengalaman mereka berdua ketika masih duduk di bangku kuliah pun tampak berhasil memikat hadirin yang memang rata-rata masih duduk di jenjang pendidikan tingkat sarjana. Beberapa dosen ITB yang hadir pun berulang kali mengucapkan rasa bangga yang mereka rasakan ketika melihat banyak sekali nama-nama mahasiswa mereka pada credit title.

Setelah talkshow ditutup, Adi Panuntun sempat mengajak audience untuk berdoa bersama mengenang Tata Soemardi (alm.) yang pemikiran-pemikirannya diabadikan di dalam film Blending the Boundaries ini. Tata Soemardi (alm.) meninggal dunia tiga hari setelah cinema premiere Blending the Boundaries, dan kepergian Beliau adalah sebuah kehilangan yang sangat besar bagi Sembilan Matahari dan rekan-rekan lain di Bandung.

Pemutaran film berlangsung lancar dan sesekali terdengar penonton berkomentar. Walaupun sudah beberapa kali menonton Blending the Boundaries saya terkadang masih terpesona oleh aspek visual dan audio yang digunakan dalam film ini. Pada beberapa segmen, musik yang digunakan  memang seperti menggoda tubuh untuk bergoyang. Berbicara soal musik, mau tak mau harus pula mengangkat divisi lain dalam Sembilan Matahari yang dinamakan Designed Sound yang dalam penggarapan audio untuk Blending The Boundaries juga menggandeng Babam, sound designer kota Bandung, untuk menghasilkan pengalaman Dolby Surround Sound 5.1 experience.

“Sebetulnya, kalau kita bisa menggunakan sound system yang berkapasitas 5000 watt, penonton akan bisa merasakan pengalaman DDS 5.1. Kualitas sound seperti yang kita dapatkan ketika cinema premiere Desember lalu,” ungkap Ali, Head of University yang bertanggung jawab dalam pengadaan roadshow Blending the Boundaries ini. Selain itu Ali cukup puas terutama dengan habisnya kursi yang “dijual” malam itu, “Lumayan lah untuk langkah awal, sekitar 300 tiket habis dan ini bisa menjadi patokan untuk titik berikutnya dalam roadshow Blending the Boundaries yaitu kota Jakarta,” tambahnya.

Menurut perbincangan saya dengan Ali, selain Bandung, kota-kota yang akan didatangi oleh Roadshow Blending the Boundaries adalah Jakarta, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya. Untuk kota-kota lain yang berminat untuk mengadakan screening bisa langsung menghubungi Ali via university@sembilanmatahari.com ;

Menutup perbincangan, Ali memberikan pernyataan singkat, “Harapan Sembilan Matahari University ya kita bisa sharing dan menumbuhkan awareness di kalangan generasi muda terutama dalam aplikasi design thinking sebagai salah satu problem solving. Film ini bukan cuma tentang Video Mapping tapi juga SDM, pemikiran, dan proses pembelajaran di belakang pertunjukan itu sendiri. Kita juga mengharapkan bisa meningkatkan semangat kolaborasi apalagi dalam kolaborasi lintas disiplin, karena Sembilan Matahari betul-betul percaya, karya yang terbaik adalah karya yang lahir dari proses kolaborasi,” lalu senyum dan dengan nada yang sedikit ragu, Ali menambahkan, “Ya, sebenernya lebih enak lagi kalau ada pihak yang mau sponsorin roadshow ini sih, karena dengan begitu kita ga perlu jual tiket untuk bayar sewa gedung hehehe,”

Untuk teman-teman yang tertarik dengan updates kegiatan dan info, bisa follow juga twitter Sembilan Matahari di @NMWorld

Sedangkan untuk yang berminat jadi sponsor, ayo silahkan langsung hubungi Ali juga supaya semangat kolaborasi bisa menyebar secara merata di Indonesia!

Good luck Blending the Boundaries!!!

Official Trailer : “Blending the Boundaries” a videomapping documentary

February 14th, 2014

Meity Fitriani